Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Diena San Fauziya, M.Pd.

Artikel Umum

Penerbitan dan Percetakan Perguruan Tinggi (Unesa Unipress)

Dipublikasikan pada : 7 Agustus 2017. Kategori : .


Kunjungan dosen magang ke Unesa Unipress

Unesa University Press atau lebih sering disebut Unesa Unipress merupakan salah satu Unit Bisnis di bawah naungan Universitas Negeri Surabaya. Unit ini bergerak di bidang penerbitan dan percetakan. Sebagai unit bisnis, Unipress tentu harus membiayai sendiri segala bentuk program dan operasionalnya.

Sejarah penerbitan unit ini begitu panjang. Singkatnya, unit ini lahir tahun 1969 dari percetakan IKIP Surabaya. Dari masa ke masa, akhirnya lembaga/unit ini berkembang. Mulai tahun 2014, unit ini dikepalai oleh Bapak Dr. Ari Wahyudi., M.Si. Saat ini, Unesa Unipress setidaknya memiliki beberapa bagian pelaksana, yakni bagian produksi yang meliputi setting dan cetak; perlengkapan; administrasi; serta penerbitan yang meliputi ISBN, penjualan, dan quality control. Selain itu, struktur organisasi Unipress juga meliputi bagian-bagian penting seperti bagian kerja sama, bendahara, dan marketing.

Dari hasil kunjungan, diperoleh informasi dari Bapak Dr. Ari Wahyudi., M.Si. selaku kepala unit memberikan penjelasan bahwa penerbitan merupakan garda utama sebagai pabrik akademik. Tuntutan bahwa dosen harus menulis dan memproduksi buku tentu memerlukan wadah, unit inilah salah satu yang menjadi wadahnya. Ia mengakui bahwa Unipress belum semaju dan sebesar penerbitan-penerbitan perguruan tinggi lain. Namun, setidaknya Unipress tidak tertinggal dalam hal publikasi dan pengembangan akademik.

Visi unit ini adalah menjadi lembaga penerbitan dan percetakan yang unggul produksi, unggul isi, dan unggul layanan dalam upaya ikut mendorong mewujudkan visi universitas ‘unggul dalam kependidikan, kukuh dalam keilmuan’. Dari visi ini, misi yang dipegang unit adalah mewadahi dan melayani hasil karya civitas akademik dalam hal penerbitan dan percetakan buku yang kompetitif; menjaga kualitas isi penerbitan dan percetakan melalui kreteria layak terbit yang ber-ISBN; serta menyediakan layanan pendistribusian produk penerbitan bermutu yang memberi kemudahan akses bagi masyarakat. Semua itu bertujuan untuk mendorong iklim menulis pada civitas akademik melalui produk-produk penerbitan yang inovatif dan bermutu; mewujudkan layanan penerbitan dan percetakan yang kompetitif, inovatif dan bermutu; serta memberikan layanan prima pada semua pelanggan baik masyarakat akademik maupun masyarakat umum.

Dari paparan kepala unit, dapat diketahui bahwa proses penerbitan dan percetakan meliputi beberapa tahap, mulai dari order, uji kelayakan, pengusulan ISBN, hingga pada akhirnya terbit dan cetak. Pada proses order, penulis mengirimkan file naskah yang akan diterbitkan. Naskah minimal berjumlah 40 halaman, namun untuk naskah yang terbatas akan sulit untuk dijilid, jadi idealnya minimal 100 halaman, baik spasi 1 maupun 1,5 agar dapat diberi punggung buku. Naskah yang akan diterbitkan bisa mengenai apapun, tidak ada batasan-batasan khusus. Selain menyerahkan file, pada tahap order ini penulis juga mengonsultasikan harga dan jumlah cetakan yang akan dipesan.
Untuk proses uji kelayakan, diakui Unipress bahwa masalah konten atau isi itu sudah menjadi tanggung jawab penulis sehingga ketika menyerahkan naskah, penulis telah mendapat hasil uji kelayakan (editor tanggung jawab penulis). Kalaupun tidak atau belum, pihak Unipress dapat memberikan rekomendasi editor. Pada tahap editing ini, memang idealnya file diproses oleh editor buku dan diprint satu lembar untuk proses koreksi, setelah dikoreksi file kembali masuk untuk tahap edit kedua. Setelah naskah dinyatakan layak Unipress mengajukan usul ISBN ke perpustakaan nasional. ISBN atau International Standard Book Number merupakan sebuah identitas bahwa buku tersebut memang layak dan terdaftar. Prosedur pengajuan ISBN dilakukan secara online dengan mengirimkan cover, pancir, daftar isi, dan kata pengantar. Proses pengajuan ISBN ini biasanya selesai dalam waktu empat hari atau maksimal satu minggu.
Sementara itu, naskah yang telah selesai edit pun masuk ke bagian layout untuk diatur tata letaknya. Selesai layout, file kmudian masuk ke tahap produksi dan dicetak sesuai jumlah yang dipesan. Untuk merancang cover, penulis sebagai konsumen dan desainer dapat berdiskusi bersama. Namun, dapat pula cover didesain oleh pihak Unipress. Setelah naskah dan cover selesai cetak maka selanjutnynya masuk bagian produksi untuk dijilid. Terakhir adalah proses packaging ketika buku selesai dijilid. Buku pun siap dipasarkan.

Proses pemasaran buku-buku ini dilakukan secara lokal dan online. Bapak Soni dari bagian penerbitan telah memasarkan buku dengan memanfaatkan situs tokopedia, bukalapak, dan sebagainya. Sementara untuk masuk toko buku, diakui Bapak Soni belum dilakukan.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 999 buah buku telah diterbitkan Unesa Unipress. Beberapa di antaranya dijadikan buah tangan dalam kegiatan kunjungan dosen magang 2017 ini, di antaranya berjudul Cerita Inspiratifku yang ditulis oleh Slamet Setiawan dan Pramesti Kumala Bimawanti; Interactive Approaches to Literature yang ditulis oleh Ali Mustofa dan Johny Lynn Hill; serta Kewirausahaan yang ditulis oleh Tim Kewirausahaan Unesa.


Mendapat buku-buku terbitan Unesa Unipress

Kunjungan ke Unesa Unipress dilakukan hari Senin, 24 Juli 2017. Kunjungan ini difasilitasi langsung oleh Bapak Dr. Ari Wahyudi., M.Si. selaku kepala unit didampingi Bapak Gunawan Wibisono, S.E. selaku koordinator tim produksi, dan Bapak Soni Aji dari bagian penerbitan.