Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Diena San Fauziya, M.Pd.

Artikel Umum

Manajemen Pengelolaan Poliklinik Perguruan Tinggi (Unesa Medical Center)

Dipublikasikan pada : 7 Agustus 2017. Kategori : .


Berfoto bersama Prof. Dr. dr. Tjandrakirana, M.S. didampingi Dr. Evi. di Unesa Medical Center

Unesa Medical Center merupakan salah satu unit usaha bisnis yang terdiri dari dua poli, yakni poli umum dan poli gigi. Meskipun termasuk dalam unit usaha bisnis, pembiayaan operasional unit ini ditanggung oleh pusat/pihak universitas. Setiap tahun ada RBA, untuk obat, cleaning service, ATK, dan sebaginya. Pengajuannya setiap tiga bulan sekali. Pendanaan terkadang terlambat sehingga unit ini sudah bekerja sama dengan apotek sehingga obat dapat dikirim dulu dan dibayar ketika dana telah turun.

Sebagai sumber lainnya, unit ini mendapatkan pemasukan dari pemeriksaan mahasiswa baru, namun itupun langsung masuk kas pusat. Mulai tahun ini, Unesa Medical Center bekerja sama dengan BPJS. Prosedurnya, ketika penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa yang memiliki BPJS mengurus administrasi di bagian tim BPJS yang khusus datang ke kampus. Dengan demikian, BPJS tetap berlaku meskipun bukan di daerah domisili asal. Dengan demikian, ketika berobat, mahasiswa, karyawan, dosen digratiskan dengan kata lain tidak dikenakan biaya, termasuk untuk obat-obatannya. Syaratnya hanya membawa identitas yang menunjukkan bahwa mereka orang Unesa. Sementara itu, tamu-tamu yang sifatnya umum dikenakan biaya sebesar Rp25.000. Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. dr. Tjandrakirana, M.S. berpesan agar yang terpenting sehat saja. Meskipun untuk pemeriksaan termasuk obat digratiskan, layanan lain seperti pemeriksaan membuat surat sehat dikenakan tarif karena itu sifatnya untuk aktivitas tersendiri.

Jam operasional unit ini tidak 24 jam, hanya dari pukul 08.00-15.00 karena klinik ini belum berstatus pratama. Klinik ini tidak hanya untuk warga Unesa, tetapi juga untuk warga sekitar Unesa.

Di klinik ini terdapat lima dokter jaga yang memiliki tugas bergilir. Semua dokter di klinik ini adalah dosen yang mendapat tugas tambahan. Kebanyakan dokter berasal dari FIK. Namun, dokter gigi adalah dokter kontrak.
Klinik ini sudah dibentuk sejak 1965, sejak masih IKIP. Awalnya dibangun di Kampus Kayun. Sejalan dengan perkembangannya akhirnya pindah ke Ketintang. Di Ketintang mulanya juga di dalam kampus. Karena di dalam, klinik tidak bisa go public. Akses untuk orang luar sangat terbatas. Baru dua tahunan klinik ini ada di dekat gerbang kampus, di deretan unit usaha bisnis lainnya.

Pesan dari Prof. Dr. dr. Tjandrakirana, M.S. adalah jika nanti di kampus asal mau dibangun klinik maka sebaiknya di luar kampus, agar bisa juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Poliklinik ini dibangun dua lantai. Lantai pertama terdiri atas ruang pemeriksaan pria, pemeriksaan wanita, ruang praktik dokter gigi, ruang obat, dan satu ruang untuk UGD serta mushola dan kamar mandi. Di lantai dua ada ruang untuk administrasi. Nantinya, jika sudah pratama juga akan difungsikan satu untuk ruang lab.
Untuk pengurusan obat-obatan belum ada ahli khusus seperti apoteker karena masalah penggajian. Namun ke depannya sudah direncanakan aka nada apotekr, jika sudah berstatus pratama.

Dari dr. Tjandra diperoleh informasi juga bahwa sedang ada aktivitas lain, yakni lounching kosmetik. Program tersebut merupakan program dari doktor di bidang kimia, yakni Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si. Beliau mendapat hibah penelitian sehingga produknya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bentuk pengabdian.

Magang Dosen Dikti 2017