Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Diena San Fauziya, M.Pd.

Artikel Umum

“World Englishes and International Publication”

Dipublikasikan pada : 7 Agustus 2017. Kategori : .

Sabtu, 29 Juli 2017 dosen magang mengikuti workshop bertemakan “World Englishes and International Publication” di Gedung Rektorat Unesa Lidah Wetan Lt. 11. Kegiatan workshop ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang 1, Dr. Yuni Sri Rahayu, M.Si. Dalam sambutan pembukaannya beliau menekankan bahwa untuk publikasi internasional, bukan semata naskahnya menggunakan bahasa Inggris, melainkan bagaimana kontennya juga berkualitas dan menyajikan masalah dalam perspektif internasional. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa publikasi bukan sekadar ihwal kuantitas, melainkan harus mengenai kualitas karena yang dinilai bukan lagi jumlah publikasi, melainkan jumlah sitasi.

Pembicara dalam kegiatan workshop ini adalah Prof. Fan (Gabriel) Fang, Ph. D. dari Shantou University, China. Di awal paparannya, ia menjelaskan mengenai perfect English. Keberhasilan pembelajaran bahasa juga bukan hanya saat ia ada di dalam kelas, melainkan juga bagaimana ia mampu berbahasa pada kondisi lain di luar kelas. Dengan kata lain, bagaimana ia mampu berkomunikasi dengan baik dalam berbagai kondisi.


Foto bersama dengan narasumber, Prof. Dr. Fan (Gabriel) Fang

Banyak ragam dalam bahasa Inggris. Namun, orang yang pandai berbahasa adalah mereka yang bisa berbahasa secara standar. Prof. Fang memberikan ilustrasi dengan contoh cu@8 2nite. Jika dibahasakan itu menjadi see you at 8 tonight. Itu adalah bahasa Inggris, tetapi itu sangatlah tidak standar. Berbicara masalah standar ini berbicara juga masalah aksen. Contoh yang tadi diilustrasikan memang sangatlah tidak standar, tetapi aksen bukan salah satu di antaranya. Setiap daerah di Inggris memiliki aksen yang khas, ada Inggris British, Inggris Amerika, dan lain sebagainya. Ini disebut dengan RP (Recipe Pronunciation). Contoh lain yang ia ilustrasikan adalah dalam pengucapan stick-steak, to die-today, dan lain sebagainya. Akan ada perbedaan makna ketika pengucapannya salah. Dengan demikian, Prof. Fang menekankan bahwa English with social practice is very important.

Sebagai sebuah pertemuan workshop, Prof. Fang membangun interaksi dengan peserta. Ia memutarkan beberapa rekaman percakapan dan peserta diminta untuk menebak aksen pembicara dalam rekaman tersebut.

Selanjutnya, ia bertanya mengapa orang belajar bahasa Inggris. Kami sebagai peserta diminta untuk berpasangan dan mendiskusikan jawaban pertanyaan itu. Ia memberikan beberapa pernyataan retoris seperti to pass exam, for communication, for personal enjoyment, to meet people from all around the word, to find a well-paid job, dan sebagainya. Namun kemudian kami diminta berdiskusi untuk menemukan jawaban lainnya dan satu yang muncul adalah untuk memahami sastra, seperti novel, dan sebagainya. Dalam workshop itu ia juga banyak menjelaskan mengenai ELF atau English a Lingua Franca.

Pada sesi kedua, Prof. Fang membahas ihwal penelitian dan publikasi internasional. Ia memulainya dengan melempar pertanyaan pada forum mengenai apa yang Anda pahami tentang riset. Ia juga meminta kami sebagai peserta untuk duduk berpasangan dan mendiskusikan manfaat dan tantangan dalam melakukan penelitian. Banyak pernyataan-pernyataan yang muncul, apakah itu sebagai kesenangan pribadi (personal enjoyment), tuntutan instansi, promosi ataupun untuk aktualisasi diri. Begitu pun dengan tantangannya dan yang paling diingat adalah masalah waktu dan biaya sehingga muncul pernyataan bahwa penelitian itu adalah ihwal coin and poin.
Pada presentasi Prof. Fang diperoleh juga ilustrasi mengenai research sebagai berikut.

Pesan yang disampaikan oleh Prof. Fang dalam workshop itu adalah enjoy to process writing!

Magang Dosen Dikti 2017